Selasa, 26 November 2013

CINTAKU TUMBUH DI WARUNG BU DARMI


CINTAKU TUMBUH DI WARUNG BU DARMI



Hari yang melelahkan , aku harus berjalan lagi sejauh 2 kilometer ke depan kaena tidak ada ojek sama sekali disekitar terminal disini , oh ya kenalin aku Condro , aku kuliah semester 3 di fakultas Teknologi di Bandung, aku asli Jakarta namun kedua orang tuaku tinggal di Yogyakarta karena ada urusan bisnis , dan aku akan kembali lagi ke Bandung ke tempat nenekku tinggal karena kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan mereka tidak mau sampai aku kurang perhatian dan terjerumus ke pergaulan bebas yang negatif , oleh karena itu aku dikirim kembali ke Bandung agar diasuh oleh nenekku sampai beberapa tahun kedepan

*****************

hampir 1 jam aku berjalan mencari rumah nenekku , aku lihat banyak yang sudah berubah , dulu masih banyak sawah di daerah sini , sekarang sudah menjadi perumahan elite milik orang kaya , aku ingat dulu masih sering bermain layang layang di lapangan dekat rumah dengan Bimo teman baikku waktu aku kecil , namun sekarang entah dimana dia berada , benar benar berbeda suasana sekarang. Setelah capek berjalan sekian lama , aku merasakan dahaga mulai menyerang , aku pun memutuskan mampir di angkringan (baca : warung kopi) di seberang ajalan

“Bu es teh satu” kataku sambil duduk di bangku panjang di angkringan itu “oh iya mas , tunggu sebentar , mii ada orang mau beli es” katanya setengah teriak “iya bu , sebentar” , ternyata ibu pemilik warung itu memanggil anak gadisnya yang seumuran denganku dan wajahnya cukup cantik menurutku , dia juga lumayan tinggi. “mas mau pesan apa tadi ?” tanyanya “es teh aja 1” jawabku “oh iya , tunggu ya mas” katanya. Aku menikmati es teh itu sambil sesekali melirik ke arah gadis itu , benar benar cantik , apalagi saat dia tersenyum , bikin meleleh rasanya , namun saat aku tengah melamun tentang gadis itu tiba tiba ibu pemilik warung tadi menegurku “Mas , udah habis tuh” “eh , iya bu , habis , soalnya anak ibu cantik juga hehe” kataku sambil sedikit tertawa “walah , masnya ini ada ada saja” “oh ya , jadi berapa bu ? es teh 1 sama pisang goreng 1” “2500 mas” “ini bu uangnya” kataku sambil memberikan uang 5000an “kapan kapan mampir lagi ya mas” katanya sambil memberikan kembalianku “pasti lah bu , yasudah saya permisi dulu” kataku sambil meninggalkan warung itu.

*****************

akhirnya aku tiba di rumah nenekku , aku mengetuk pintu depan rumah dan tidak ada jawaban dari dalam. “assalamualaikum nek , ini aku Condro” kataku setengah teriak , pintu pun terbuka dan nenekku menyambut dengan pelukan “walah le , kamu sudah besar rupanya , nenek kangen sama kamu le” “iya nek , Condro juga” “tadi ayahmu sudah menelpon nenek , dan bilang kalau kamu mau tinggal disini , kebetulan nenek sudah menyiapkan kamarmu , ayo masuk” “iya nek” kataku sambil masuk rumah nenekku.

******************

malam harinya , aku berniat kembali ke warung tempat aku membeli es teh tadi dan kebetulan Cuma berjarak beberapa ratus meter saja , jadi aku menaiki sepeda onthel milik kakekku dulu

sesampainya di warung aku segera memesan 1 gelas wedang jahe sebagai penghangat tubuh karen malam ini sangat dingin. Sambil menikmati hangatnya jahe panas aku pun berbincang dengan ibu pemilik warung itu karena suasana warung benar benar sepi “bu , anaknya kemana ? sudah pulang ya ?” “iya nak , sudah malam jadi dia pulang , mau belajar katanya” “wah rajin dong bu , anak ibu kelas berapa ?” “kelas 2 SMA nak” “wah sama kayak saya bu berarti pas” “pas gimana maksudnya?” “ya serasi gitu haha” kataku sambil tertawa “ah bisa aja” kata ibu pemilik warung itu. Dan setelah menghabiskan jahe hangatku , aku segera pulang karena sudah larut malam dan nggak enak membuat nenek menungguku.

**************

Keesokan harinya , aku disuruh nenekku ke pasar untuk berbelanja kebutuhan sehari hari. Aku segera berangkat dengan menaiki sepeda milik kakekku.

sesampainya di pasar , aku segera mencari barang barang yang diperlukan , sedikit lebih mudah karena nenek sudah memberiku daftar belanjaan , namun saat aku akan mencari barang terakhir yaitu tomat , seseorang menabrakku dari depan dan membuat belanjaanku terjatuh “ah pakai mata dong kalau jalan” kataku sambil memunguti belanjaanku yang berserakan “maaf maaf saya nggak sengaja” katanya sambil berusaha membantu , dan saat kulihat ternyata anak ibu pemilik warung langgananku itu “eh , kamu anak bu darmi kan ?” “iya aku naomi , anak bu darmi pemilik warung itu” “kenalin aku Condro” kataku sambil mengulurkan tangan “yaudah , pulang bareng yuk” “bentar , aku mau cari tomat dulu” katanya , “wah sama , sekalian aja barengan” “yaudah deh”. Setelah mencari tomat aku pun membonceng naomi dengan sepeda tua milik kakekku itu untuk pulang

“mi , kamu asli anak sini ya ?” kataku membuka pembicaraan “iya , kamu sendiri ?” “ya aku sebenernya asli sini , namun pas aku lulus SMP aku pindah ke Yogyakarta , karena pekerjaan orang tua” “ohh gitu ya , kamu dulu SMP mana ?” “aku SMP 3 mi , kamu sendiri ?” “wah sama dong” “loh apa kamu shinta naomi yang dulu sekelas sama aku ?” kataku sambil menghentikan laju sepedaku

“iya , kok kamu tau namaku ?” “masak kamu lupa ? aku Condro , cucunya bu kusuma , inget nggak ?” “sebentar , Condro yang mana sih ?” “ahh , yang dulu suka ngatain kamu kribo gara gara rambut kamu yang ngombak dulu” “ohhh aku inget ! kamu yang dulu pernah masuk selokan kan ? hahaha” katanya sambil tertawa “yahh , kalau bagian itu aja inget” “haha , abis lucu sih” katanya “tapi kamu banyak berubah ya mi , jadi tambah cantik” “masa sih ? perasaan biasa aja” “beneran , aku nggak bohong , padahal dulu kamu itu dekil banget haha” “kumat deh jahatnya” katanya sambil cemberut “canda canda , eh ayo buruan naik , aku udah ditungguin nenekku nih” “sama , yuk” katanya sambil menaiki boncengan sepedaku

***************

saat sampai depan warungnya ibu darmi , ternyata bu darmi sedang di depan warung dan melihat kami berdua “eh eh , kok kamu minta diboncengin segala nduk , kan nggak sopan” katanya saat melihat kami “nggak apa apa kok bu , kenalin bu , saya Condro , cucunya bu kusuma dan saya teman sekolahnya naomi bu” “loh jadi kamu ini nak Condro ? walah walah sudah besar kamu” “hehe iya bu , ya sudah sekarang saya mau permisi dulu bu , monggo” “iya le , monggo monggo” 

***************

sesampainya di rumah , aku segera menyerahkan belanjaan pada nenek dan membantunya memasak di dapur , “nek , warung depan itu ternyata milik bu darmi ya ? kok nenek nggak ngasih tau aku sih” “salah sendiri kamu nggak tanya nenek le” “ah nenek malah gitu , eh nek anaknya bu darmi itu cantik yo , padahal dia dulu itu jelek banget lho nek” “hus , nggak boleh menggunjing orang lain , sudah kamu potong saja itu tomat buat nanti makan malam” kata nenek

****************

Keesokan harinya , setelah kemarin ijin sama nenekku dan ternyata aku mendapat ijin dari nenek kalau aku ingin membantu-bantu di tempatnya bu darmi , maka sepulang sekolah aku segera ke tempat bu darmi dan bilang kalau aku ingin membantu-bantu di tempatnya, “walah nggak usah nak , nanti malah merepotkan nak Condro” “nggak apa-apa bu , saya ikhlas kok , lagian saya udah ijin sama nenek bu” “tapi apa bener nak maman ndak keberatan ?” “yo jelas ndak to bu , saya sudah biasa kayak gini” “ya sudah nak maman boleh bantu disini” “wah terimakasih banyak bu” kataku sambil mencium tangan bu darmi , dan sejak hari itu aku sering membantu bu darmi jualan , dan otomatis aku sering bertemu dengan naomi , membuat hubungan kami semakin dekat setiap harinya

**************



6 BULAN KEMUDIAN ...............................



Aku dan Naomi semakin akrab , kami sering jalan berdua walaupun hanya ke pasar tapi sangat berharga bagiku , dan tak terasa benih benih cinta tumbuh dihatiku , aku sering memandangi naomi saat kami sedang berdua di warung , sampai suatu hari aku dan naomi sedang ke pasar , semua berjalan seperti biasa sampai seorang cowok seumuranku tiba tiba menyapa naomi , “eh , ini naomi kan ?” “iya , masnya siapa ya?” tanya naomi “ini aku ricky , temen SMA kamu dulu” “ricky ? oh ya ! aku inget , kamu apa kabar rick ?” “aku baik baik aja mi , kamu sendiri ?” “alhamdulillah sehat” “oh ya , ngapain kamu di pasar ?” “belanja buat kebutuhan warung , kamu sendiri ?” “aku nganter nenek , soalnya beberapa bulan ke depan aku akan tinggal disini” “oh ya ? wah pasti seru , eh iya , kenalin ini Condro temenku smp dulu” “ohh , ricky” katanya sambil mengulurkan tangan “Condro” jawabku singkat “mi , kapan kapan aku mampir warung kamu ya ? boleh kan ?” “silahkan datang aja rick” “yaudah deh , aku harus cabut dulu , takut nenekku nungguin , salam buat ibu kamu ya mi” katanya sambil meninggalkan kami “iya rick , hati hati ya” kata naomi sambil melambaikan tangan , “itu temen kamu ya ?” tanyaku pada naomi “he.em , temen SMA dulu , katanya sih dia kuliah di jakarta” “oh gitu ya , yaudah deh , ayo buruan pulang”

****************



Dan sejak saat itu , hari hari kulalui sedikit membosankan , tidak seperti dulu saat hanya ada aku dan naomi , mulai sekarang teman SMA naomi itu sering datang ke warung , walau hanya sebentar tapi cukup mengganggu juga menurutku , dan sekarang naomi malah lebih dekat dengan ricky daripada denganku , saat warung sepi aku lebih sering duduk di belakang sambil murung aku berpikir , apa harus aku meninggalkan naomi saat ini juga ? mungkin dia sudah menemukan penggantiku untuk mengisi hari harinya yang kosong tapi ... ah sudahlah.Rupanya bu darmi menyadari perubahan sikapku ini , saat aku sedang murung sendiri dia mendekatiku “Jodoh itu ditangan Tuhan , kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa , selebihnya kita pasrahkan ke Tuhan” katanya , aku mendongak ke atas dan kulihat bu darmi yang berbicara “eh ibu disini ternyata” kataku

“aku tau kamu mencintai naomi nak Condro , tapi ibu tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu nak Condro , semua ibu pasrahkan pada naomi , karena bagi ibu yang sudah tua ini , tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihat naomi tersenyum” katanya lirih , “iya bu , saya juga tau” kataku sambil melihat naomi dan ricky yang sedang bercanda berdua di bangku warung

“menurut ibu , nak Condro anaknya baik , sopan , dan ibu suka dengan pemuda yang mau bekerja keras seperti nak firman” katanya lagi , wah berarti bu darmi sudah merestui aku dengan naomi , sekarang tinggal bagaimana aku mendapatkan hati naomi.”makasih bu” kataku sambil mencium tangan bu darmi “yasudah bu , saya mau cuci piring dulu” kataku sambil meninggalkan bu darmi

*************

Hari hari berikutnya masih sama , ricky masih sering datang ke warung , mungkin dia juga memiliki rasa yang sama seperti yang ku rasakan , sampai suatu hari aku tidak datang ke warung dan pergi ke lapangan , aku sudah memberitahu nenekku kalau naomi datang ke rumah , bilang saja aku sudah kembali ke Bandung karena aku tidak mau mengganggu hubungan naomi dengan ricky lagi , lama aku berdiam diri di lapangan sambil melihat birunya langit dan awan yang berjalan mengiringinya , samar-samar aku melihat naomi dari kejauhan dengan sepeda ungu miliknya , aku segera menutup kepalaku dengan jaket hoodie milikku , aku melirik dia tengah menoleh ke kiri dan kanan , dan ternyata dia mendatangiku , pelan pelan aku melirik ada sepasang kaki yang berdiri di depanku , “permisi , ini Condro bukan ?” “bukan , saya bukan Condro” “aku tau kamu Condro , kenapa kamu pergi gitu aja ? jawab !” katanya , aku membuka jaketku , “aku hanya takut mengganggu kebahagiaan kalian” kataku “kalian ? aku justru nggak bahagia con , aku sayang kamu con ! apa kamu nggak ngerti apa yang aku rasain ?” katanya  , aku hanya diam , “kamu tau siapa ricky itu ? dia mantanku saat aku SMA , dia selingkuhin aku ! , beda dengan kamu man , walau dulu kamu sering bilang aku dekil lah , kribo lah , aku nggak peduli , tapi sekarang aku merasakannya , aku cinta sama kamu , aku sayang sama kamu con !” katanya sambil menangis , aku menatap wajahnya , “tapi semua terlambat mi , aku harus pergi” “jadi kamu akan ninggalin aku ? KAMU JAHAT ! , kamu memberi ku harapan palsu con , aku benci sama kamu !” katanya sambil terduduk menangis di depanku , “sekarang terserah kamu , kamu mau pergi ya silahkan , toh aku juga bukan siapa siapa kamu , aku hanya gadis kampung anak pemilik warung kecil” , aku memegang kedua tangan yang menutupi wajah naomi “sudah ngomel ngomelnya tuan putri ?” , dia diam , “sebenernya aku nggak balik ke Bandung , lagian orang tuaku juga masih di yogyakarta , terus aku juga harus kuliah juga , tapi ada 1 hal yang bisa menyebabkan aku nggak jadi pergi” “apa itu con ?” “aku harus bisa bawain nenekk calon menantu , apa kamu mau naomi ?” “jadi kamu ...” “iya mi , aku juga cinta kamu , jauh sebelum kamu mencintaiku” “ih kamu jahat con , bikin aku nangis kayak gini” “lah , siapa suruh ngomel ngomel , hahaha” , naomi pun tersenyum , dan aku memeluk naomi erat , “makanya lain kali jangan ngomel ngomel duluan” kataku sambil mencubit hidungnya “abisnya kamu gitu con , kamu jahat” “jahat tapi bisa bikin kamu klepek klepek kan ? haha” , dan sejak saat itu aku dan naomi resmi berpacaran , dan kabar baiknya kedua orang tuaku membolehkan aku tinggal lebih lama di tempat nenekku karena mereka masih sibuk dengan bisnisnya.

-TAMAT- ^_^ 



Tragedi Theater

Tragedi theater


Kisah ini berawal dari suatu pagi yang cerah…
Tiba-tiba (*kring,.,.kring,.,kring)*
??? : hallo..
??? : hey, cepat lah datang ke kantor ada misi yang akan ku berikan kepada mu.
??? : Baik boss..
Setibanya di kantor,.,.
( tok,.,tok.,.,tok,.,) mengetuk pintu.
Lalu seseorang yg ada di dalam ruangan itu pun mempersilahkannya masuk.
Condro   : ada apa boss?? kenapa tadi anda menelpon saya?? ( dengan wajah bingung )
Boss    : saya ada misi rahasia untukmu.
Condro   : apa itu boss?? ( tambah bingung )
Boss    : kamu tau kan dengan idol group yang bernama JKT 48 ??
Condro   : pernah denger sih boss tapi saya kurang tau. *# maklum dirumahnya hanya ada 1 chanel TV dan sialnya itu adalah Indosiar #*.
Boss    : aduh payah sekali kamu ini, misi ini membahas tentang mereka.
Condro   : memangnya apa yg terjadi pada mereka?? (tambah bingung )
Boss    : saya mendapat laporan dari seseorang katanya malam ini haters akan menteror konser mereka di teater.
Condro   : lalu apa tugas saya?
Boss    : tugas kamu adalah menyelidiki apa yg akan di lakukan oleh haters di acara tersebut.
Condro   : siap boss !!! *dengan lantang*

NB: Condro adalah seorang detektif muda yg berbakat tapi tidak terkenal..

Dengan cepat pagi berganti malam. Jam menunjukan pukul 07:15 dan Ariyo pun bersiap siap untuk berangkat, seperti biasa dia pun mengenakan tuxedo hitam yg rapih dengan dasi kupu-kupu yg melingkar di lehernya.
Sesampainya di teater Condro pun lansung berjalan masuk ke dalam teater dan tiba-tiba.

Security : maaf mas anda harus membeli tiket terlebih dahulu, memangnya ini layar tancap apa langsung maen nyelonong masuk aja.
Condro     : aduhhh, maaf pak saya tidak tau.. ( karna memang dia belum pernah menonton acara yg beginian jadi agak katro ).
Security : antriannya ada di sana mas. * sambil menunjuk gerombolan orang *
Condro     : iya, baik pak.. * haduh mana panjang bener lagi anriannya kyk antri sembako di kampung gua* ( berbicara di dalam hati ).
Bagian ngantri ini kita skip aja soalnya klo di bahas pasti bakal lame bener…
Setelah mendapatkan tiketnya Condro pun langsung masuk ke acara tersebut, dan di dalam pun terlihat sudah ramai di padati oleh fans fans JKT 48.
Karena saking polosnya Condro tidak tau bahwa sedari tadi dia jadi pusat perhatian.
Condro   : kenapa mereka kok pada ngeliatin gua sih? Pasti gara-gara gue keren nih ( berbicara di dalam hati ).
Tapi tiba-tiba ada seorang fans menyapanya.
Fans      : mas mau nikahan ya? ( sambil tertawa )
Condro    : hah !! knp memangnya??
Fans      : itu bajunya formal banget. ( sambil berjalan meninggalkan Ariyo )
Condro     : =_= , haduh kayak nya gua salah kostum nih, halah bodo amat pasang muka tembok aja ( berbicara di dalam hati )
Lalu acara pun dimulai, seperti biasa para member pun keluar dan membawakan lagu-lagu hits nya.
Sementara itu Condro pun mulai memperhatikan semua orang dan mencari apakah ada hal mencurigakan di dalam teater tersebut.
Condro   : hmm, kyknya aman-aman aja nih acara gak ada hal-hal mencurigakan. Yasudahlah dari pada gua cuman muter-muter gak jelas mending gua nonton aja nih acara sampai selesai. ( berbicara di dalam hati )
Tidak terasa acara itu pun telah selesai, dan semua orang pun bergegas pulang.
Condro   : wah udah selesai, tapi gua mau muter-muter lagi ahh untuk memastikan tidak ada hal yg mencurigakan.
Sementara itu di ruang istirahat para member, mereka sedang membereskan barang-barang yg mereka bawa dan langsung bergegas pulang satu demi satu hingga hanya tersisa 3 member saja yaitu Melody, Nabilah dan Ayana.
Melody : kamu gak pulang nab?
Nabilah : iya nanti, soalnya barang bawaanku banyak banget jadinya lama.
Melody : hmm, ayana kamu juga kenapa belum pulang?
Ayana  :  ini aku lagi nungguin supirku belom dateng-dateng padahal udah aku sms, lah kak melody sendiri kenapa belum pulang?
Melody : aku mau istirahat sebentar di sini soalnya capek banget.
Tiba-tiba sebuah kejadian aneh terjadi, *clerk,.,clerc.,.,clekc.,.* semua listrik mati dan semua pintu keluar pun terkunci. Lalu mereka bertiga pun berteriak minta tolong.
Melody, Nabilah & Ayana : ahhhh, tolonnnggggg !!!

Setelah mendengar suara teriakan Condro pun kaget dan bergesas mencari dari mana asal suara itu.
Condro   : hah, kenapa semua listrik mati dengan tiba-tiba dan kenapa semua pintu keluar sudah terkunci. ( sambil berlari mencari sumber teriakan tadi )
Karna sangat gelap Condro pun tidak bisa melihat dengan jelas apa yg ada di depannya, dan tiba-tiba *gubbrakkk*  Ariyo terjatuh.
Condro   : haduuhh, apaan nih ( sambil mengambil barang yang membuat dirinya terjatuh ), owh ternyata lightstik.. tapi lumayan juga nih buat penerang jalan..
Condro pun melanjutkan pencariannya..
Sementara itu di ruang istirahat member.
Nabilah : haduhh kenapa sih ini kak melody kok listriknya tiba-tiba mati?
Melody : aku juga gk tau nab. ( sambil memeluk ayana karena dia ketakutan )
Dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan cahaya mendekat menuju ruangan mereka.
Ayana  : kak melody itu apa? ( sambil menunjuk ke arah pintu )
Melody : aku juga gak tau.
Nabilah : jangan- jangan itu alien ( sambil memeluk ayana dan melody )
Melody : huss gak mungkin lah, udah sini aku punya ide.
Kita kembali ke Condro.
Condro   : wah, kayaknya suara tadi berasal dari sini.
Dan Condro pun membuka pintu, lalu tiba-tiba * plakk.,. duhgg.,.jedakk.,., gubrakkk*
Ternyata ariyo pun mendapat hadiah tamparan, upper cut, dan kick off dari ayana, molody dan nabilah. Dengan seketika ariyo pun terkapar K.O di lantai..
Ayana  : yess, kita berhasil
Melody : ehhh, tunggu dulu itu bukan alien.
Nabilah : ehh iya bener dia manusia, waduh dia mati gak ya..
Melody : haduh kyknya kita salah sasaran.
Ayana  : ehh tunggu dulu klo dia itu penjahat gimana?
Nabilah : gak munkin deh masa penjahat pakaiannya rapih gitu, haduh gimana nih kak melody??
Melody : kok nanya aku sih
Nabilah : ini semua kan idenya kak melody.
Melody : hmm, kayaknya dia cuman pingsan deh, ada yg bawa minyak angin gk? ( sambil mengecek pernapasannya )
Ayana  : aku gk bawa kak, klo kamu bawa gk nab?
Nabilah : aku juga gk bawa
Melody : terus gimana dong?
Ayana  : kasih napas buatan aja kak.
Melody : hah, tapi kenapa harus aku
Ayana  : lah masa kita, kita kan masih kecil gak tau caranya lagian ini kan ide kak melody.
Melody : hmm, yaudah deh tapi kalian jangan bilang sama siapa-siapa ya?
Ayana & nabilah : okeee…
Melody pun bersiap untuk memberikan nafas buatan, lalu *whuachhhaa* Condro pun tiba-tiba bangun dan memasang kuda-kuda ala taekwondo gitu dehh..
Condro    : siapa tadi yg menyerangku? ( sambil melirik ke arah cewek2 )
Melody : ehh, maaf kami tidak sengaja tadi, karna kami bertiga takut jadi kami melalukan hal itu. ( ayana & nabilah mengangguk )
Condro     : owhh, tapi hati-hati dong ( dengan nada kesal )
Melody :  iya, sekali lagi kami minta maaf.
Condro    : iya, ( haduh sial amat sih gue hari ini ) * berbicara di dalam hati*
Ayana    : ngomong-ngomong kumu ini siapa??
Condro    : ( karena identitasnya tidak ingin ketahuan dia hanya menjawab ) namaku Condro, aku fans kalian.
Ayana    : owh begitu.
Condro   : By the way, kenapa semua listrik bisa mati seperti ini?
Nabilah  : mana aku tau tanya aja sama tukang listriknya.
Condro    : =_=, ( apa ini ulah haters ya? ) *bergumam di dalam hati*
Terdengar lagi suara hentakan kaki yg mendekat. *tak.,.tak.,.tak*
Ayana  : ehhh, kalian dengar suara gak?
Melody, nabilah & Condro : langsung melihat ke arah pintu.
Dan terlihat lah sesosok makhluk yg ingin masuk ke dalam ruang istirahat itu.
Nabilah : ayo kita gunakan rencana kak melody lagi. ( mengajak ayana & melody )
Melody : gak ahh ntar salah sasaran lagi.
Condro   : biar aku aja yg ngecek keluar.
Condro pun keluar dan bertemu dengan makhluk tersebut yang ternyata adalah fans JKT 48.
Condro   : siapa kamu?
Bram  :  : namaku Bramuditha tapi panggil saja Bram, aku sedang mencari lightstik ku yg terjatuh dan tiba-tiba semua lampu mati dan pintu keluar pun di kunci, apakah masih ada orang lagi selain kita??
Condro   : *tanpa banyak bicara langsung membawa  Bram ke ruangan di mana ayana, nabilah & melody berada.
Nabilah : Condro itu siapa?
Condro   : dia adalah fans kalian.
Bram  : hahh ada ayana, nabilah & melody ( sambil melongo & keringat dingin )
Ayana  : apa kamu terjebak di sini juga?
Bram  : iya.
Condro   : Bram apa barang ini yg kamu cari? ( sambil menyodorkan lightstik yg ditemukannya tadi )
Bram :  iya..
Condro   : ( wah sepertinya dia sangat mencurikakan ) berbicara di dalam hati.
Karna terlihat mencurigakan Condro pun selalu memperhatikan tingkah dan kelakuan Bram.

Ketika mereka berlima sedang berbicara dan mencari jalan keluar tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang laki-laki.
???         : hallooo, apa masih ada orang di sini??
Nabilah : ehh, ada suara orang tuh. Jangan – jangan itu adalah tim penyelamat.
Condro    : ya mungkin, ayo kita cari !!
Dan mereka berlima pun bergegas mencari dari mana sumber suara tadi dan tidak begitu lama akhirnya mereka bertemu dengan seseorang laki-laki.
Condro    : sepertinya dia yg dari tadi teriak2 ( sambil menghampiri seseorang )
???         : akhirnya aku ketemu juga dengan orang,
Nabilah : apa kamu dari tim penyelamat?
???         : hahhh, nabilah, ayana, melody. Gak nyangka aku bakal ketemu kalian.
Nabilah : ehh, jawab dulu pertanyaan ku. Dasar aneh
???         : namaku Rizal, dan aku bukan dari tim penyelamat tapi aku adalah fans kalian.
Nabilah : hahhh, padahal aku udah berharap banget.
Melody  : yaudah ayo kita cari jalan keluar sama-sama aja.
Condro     : ( wah ada lagi orang yg mencurigakan, dan kenapa ada tisu toilet di sepatunya ) *berbicara di dalam hati sambil memperhatikan Rizal*
Bram  : ehh, tunggu sebentar aku mau ke toilet dulu.
Rizal  : ehh tunggu hati-hati buka pintunya.
Bram  : memangnya ada apa?
Rizal   : tidak ada apa-apa hanya bercanda. ( dengan muka gugup )
Condro : ( wah aku semakin curiga dengan Rizal sebenarnya siapa dia )
Setelah beberapa menit menunggu Bram pun datang.
Bram  : haahhh, legaaaa
Melody : ada yg mau ke toilet lagi gk?
Nabilah : akuuu..
Melody : kenapa tadi tidak bareng aja.
Nabilah : ihhh, malu lahhh
Melody : yaudah sana, mau di temenin gk?
Nabilah : gak ahh, sendiri aja. ( sambil berlari )
Dan tiba-tiba terdengar suara jeritan.*ahhhh tolonggg*
Condro   : ehh suara siapa itu?
Ayana    : itu kan suara nabilah
Melody : hahh, ayo kita lihat kenapa dia..
Mereka pun bergegas lari ke toilet dan ternyata nabilah sudah tergeletak dengan tangan yg berlumuran darah.
Melody : nabilah, kamu kenapa? ( sambil mengangkat kepalanya )
Bram  : sepertinya dia terluka dan pingsan, ayo kita bawa keluar ( sambil mengangkat nabilah ).
Condro   : sepertinya dia terkena pecahan kaya yang terjatuh dari atas pintu toilet. Dan sepertinya ada sengaja menaruh kaca di atas pintu ini.
Ayana    : haduhhh, siapa sih tega berbuat seperti ini?
Condro    : aku juga tidak tahu, ( sambil mencari barang bukti ).
Rizal       : ehh, Bram bukannya kamu tadi yang terakhir masuk toilet. Pasti kamu yang melakukan ini. ( menunjuk Bram ).
Bram    : hehh, jangan asal bicara kamu, aku ini kan fans mereka mana mungkin aku ingin menyakiti mereka.
Melody  : sudah tidak usah bertengkar mungkin ini hanya kebetulan saja, mari kita rawat nabilah terlebih dahulu baru nanti kita tanyakan sebenarnya apa yang terjadi.
Lalu mereka semua membawa nabilah ke ruang istirahat untuk merawatnya, kecuali Condro dia tidak ikut ke ruang istirahat karna dia ingin menyelidiki sebenarnya apa yg terjadi.
****
Setelah beberapa menit berlalu Condro menemukan hal yg janggal pada pintu tersebut ternyata pintu itu tidak bisa di tutup dengan rapat. Dan Condro juga menemukan bahwa ada goresan dan pecahan kaca di atas pintu itu. Lalu Condro menyimpulkan ternyata kaca itu memang sengaja di taruh di atas pintu oleh tersangsa jadi siapa saja yg membuka pintu tersebut akan tertimpah kaca. Setelah Condro bisa menggambarkan kejadian tersebut dia pun bergegas lari menuju ruang istirahat di mana nabilah di rawat untuk menanyakan apa benar kejadian itu terjadi seperti apa yg dia pikirkan.
Condro     : haeh hehh, apa nabilah sudah sadar? ( kelelahan karna berlari )
Melody : iya dia baru saja sadar, tapi kenapa napas mu terputus-putus seperti itu.
Tanpa menghiraukan pertanyaan melody, Condro pun langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi kepada nabilah.
Condro     : nab, sebenarnya apa yg terjadi tadi?
Nabilah : aku tidak tahu, saat aku berlari masuk dan membuka pintu toilet tiba-tiba ada kaca yg jatuh dari atas pintu itu, dan aku pun menghindar tapi kaca itu masih mengenai tangan ku. Hanya itu saja yang aku tahu.
Condro     : lalu apakah saat kamu masuk ke toilet pintu itu sudah terbuka?
Nabilah : iya pintu itu terbuka tapi hanya sedikit makanya aku buka lagi pintu itu agar lebih lebar, memangnya kenapa?
Condro     : tidak apa-apa. ( ternyata betul seperti apa yg aku pikirkan ) *berbicara dalam hati*
Condro     : ehhh, by the way Bram dan Rizal pergi kemana?
Ayana    : kalo Bram tadi katanya mau mencari peralatan P3K yg ada di dekat toilet.
Trus kalo Rizal tadi sih dia bilangnya mau nyari pintu keluar siapa tahu aja ada yg gak dikunci.
Tanpa banyak bicara Condro langsung berlari dan mencari mereka, karna Condro curiga kalo tersangkanya adalah salah satu dari mereka.
Condro     : hahhh, siapa dulu yang harus aku cari, hmmm Bram saja dia yang terakhir masuk ke toilet tadi.
Lalu Condro bergegas mencari Bram, tapi di tengah perjalanan dia mendengar ada suara orang yg sedang berbincang dengan walkie talkie / semacamnya.
???       : zzzz, boss aku telah berhasil menjalankan rencana kita
 ???       : zzzz, bagus tapi jangan sampai identitas mu katahuan.
???       : zzzz, baik boss.
Karna Condro penasaran dia langsung mencari di mana suara itu berasal, tapi tersadar bahwa Condro datang orang misterius itu pun membuang walkie talkie yg tadi di gunakannya untuk berkomukasi dan begegas lari. Condro mengejar orang itu tapi tidak terjangkau karna dia cepat sekali.
Condro   : hahhh, cepat sekali dia berlari. Tapi sebenarnya dia itu siapa ya? ( sambil mengambil walkie talkie tersebut )
Condro   : wahh, ternyata dia pintar juga, dia menggunakan tisu toilet pada saat memegang benda ini agar tidak meninggalkan sidik jari.
Setelah mengambil walkie talkie tersebut Condro kembali mencari Bram, dan akhirnya mereka bertemu. Dan tanpak wajah Bram berkeringat seperti habis berlari.
Condro   : heyy Bram, apa yg sedang kamu lakukan di sini?
Bram  : aku sedang mengambil peralatan P3K untuk nabilah,
Condro   : baiklah ada yang ingin aku bicarakan pada kalian semua di ruang istirahat.
Bram  : okee, aku segera kesana.
Condro   : ( wah aku curiga dengan dia, apa dia yg tadi berbicara dengan walkie talkie ini. Tapi aku tidak boleh asal menyimpulkan aku harus mencari barang bukti lagi ) *berbicara dalam hati*
Dan Condro kembali pergi untuk mencari Rizal. Setelah beberapa menit akhirnya mereka bertemu.
Condro   : heyy ade, sedang apa kamu?
Rizal    : aku sedang mencoba mencari jalan keluar dari tempat ini. ( sambil mendorong-dorong pintu keluar )
Condro   : ayo ke ruang isrirahat ada yg ingin aku bicarakan pada kalian
Rizal     : baiklah.
 Tapi saat Rizal sedang mendorong pintu tiba-tiba ada selembar tisu toilet yg terjatuh dari dalam tasnya, tanpa di sadari Rizal, Condro mengambil tisu tersebut dan mengajak Rizal untuk menuju ruang istirahat di mana semua orang berkumpul.
Condro   : hahh, kenapa ada tisu toilet dari dalam tasnya. Tapi mungkin saja dia abis dari toilet.
Tiba-tiba Condro sadar dan tersenyum lalu berkata dalam hati : “akhirnya aku bisa menemukan pelaku dari semua ini”.
****
Akhirnya mereka berenam pun berkumpul di ruang istirahat dan dengan cepat Condro menutup pintu dan berdi di depannya agar tidak ada yg bisa keluar dari sana.

Melody : kenapa kamu menutup pintunya Condro?
Condro   : agar tidak ada yg bisa keluar dari ruangan ini termasuk si pelaku kejahatan. ( sambil tersenyum )
Melody : sebenarnya apa yg kamu maksud?
Ayana  : iya, apa sih maksud kamu?
Nabilah : tau nih aneh – aneh aja.
Bram    : iya, sebenarnya kamu ini siapa? ( keringat dingin )
Rizal       : dasar orang aneh..
Condro     : baiklah, sekarang akan aku mulai, pertama aku akan bertanya kepada mu rezha. Apakah sewaktu kamu ke toilet pintunya sudah terbuka?
Bram    : iya, pintu itu sudah terbuka tapi hanya sedikit
Condro  : dan apakah saat kamu masuk kamu membukanya lebih lebar?
Bram   : tidak, mungkin karna badan ku kecil dan aku sudah bisa melewati pintu itu makanya tidak aku buka lagi..
Condro     : dan apakah saat kau berada di dalam kau menutupnya?
Bram    : tidak, karna pintu itu cukup seret dan tidak bisa di tutup
Condro     : ternyata benar..
Melody : benar apanya?
Rizal       : iya, sebenarnya kamu ini siapa?
Condro    : aku ini adalah seorang ditektive ( sambil mengeluarkan lencana dan kartu namanya ).
Ayana    : hahh ditektive, terus apa kamu tau siapa yg telah melakukan ini ke pada nabilah?
Condro     : iya aku tahu, ternyata pelakunya adalah dia ( menunjuk Rizal )
Rizal       : hahh kenapa aku?? Mana buktinya?? Bukannya yg dari tadi gugup dan yg terakhir masuk ke toilet adalah Bram. ( menyangkal sambil menunjuk Bram )
Condro     : apa kamu tidak mau mengaku ini buktinya ( sambil mengeluarkan walkie talkie dan tisu toilet )
Rizal        : barang bukti macam apa itu?
Condro     : baik akan ku jelaskan, pertama memang tidak ada dari kami yg mengetahui saat kamu pergi ke toilet tapi itu adalah buktinya ( sambil menunjuk tisu toilet yg tertempel di sepatu Rizal )
Rizal       : tapi ini kan hanya tisu bisa saja ini kebetulan.
Condro     : itu bukan kebetulan melainkan itu memang cara kamu untuk menghapus sidik jari mu, seperti yg kamu lakukan pada walkie talkie ini dan mungkin secara tidak sengaja kamu menginjaknya dan tidak menyadarinya.
Rizal      : hahhh, kamu tidak usah bercanda seperti itu.
Condro   : jika kalian tidak percaya geledah tasnya.
Bram    : sini tas kamu ( sambil merebut tas Rizal )
Rizal      : *merasa dirinya terpojok dia pun perlahan mendekat ke arah melody*
Bram    : hehh, benar di tasnya ada tisu toilet.
Nabilah : wah aku gk nyangka kalo fans kita ada yg jahat juga
Ayana    : iya, kamu jahat banget.
Condro     : sebenarmya dia bukan fans kalian tapi dia adalah haters dia mencoba untuk menyelakai kalian ( menunjuk ke arah rizal )
Karena rizal sudah ketahuan tiba-tiba dia pun menarik melody dan mengalungkan pisau ke lehernya dan menyodorkan pistol kearah condro.
Rizal     : hahahaha, ternyata kamu hebat juga Condro. Tapi jangan harap kamu akan bisa menyelamatkan dia ( sambil sedikit menggoreskan pisaunya ke leher melody dan menembaki peluru ke arahaku )
Melody : aawww, lepaskan aku ( meronta )
Condro : awww, Lepaskan Dia ( Menahan Sakit di bahunya )
Ayana    : ehhh, lepasin kak melody penjahat,
               Kak Condro, kamu Gak apa-apa kan?
Condro : Iya aku Gak Kenapa - kenapa
Nabilah : dasar penjahat, lepasin kak melody
Condro   : kamu pikir aku bodoh aku sudah menyiapkan sesuatu untuk mengatasi hal seperti ini.
Tiba-tiba Condro menembakan jarum kecil yg keluar dari dasi kupu-kupunya yg tepat mengenai leher rizal, dan seketika rizal terjatuh lalu melody pun memukul wajah rizal dan langsung berlari menuju ke arah ayana dan nabilah.
Condro     : Bram cepat ikat dia dengan tali ini ( melemparkan tali ke arah bram )
Bram    : okeee.
Condro     : melody apa kamu tidak apa-apa? ( menghampiri melody )
Melody : iya, Bagaimana denganmu?
Condro :aku tidak apa – apa kalo hanya luka seperti ini mah sudah terbiasa
Ayana    : sini biar aku obati luka kakak condro sama kak Melody.
Bram    : heyy Condro, apakah dia ini sudah mati ( sambil mengikat Rizal )
Condro  : tidak dia hanya pingsan karna aku telah menaruh obat bius pada jarum yg tadi aku gunakan.
Ketika Bram sedang sibuk mengurusi rizal, tiba-tiba lampu menyala dan terdengar suara dobrakan pintu *dubbrakkk*. Dan ternyata itu adalah polisi.
Polisi     : heyyy, apa ada orang di sini?
Nabilah : iya kami ada di sini ( sambil teriak )
Polisi langsung bergegas membawa mereka berenam keluar dari tempat tersebut, dan polisi itu menanyakan apa yg terjadi.
Polisi     : sebenarnya apa yg telah terjadi?
Nabilah : ini, kami di teror oleh penjahat dan itu adalah penjahatnya ( menunjuk rizal )
Polisi     : baiklah kami akan membawanya ke kantor untuk di proses.
Ternyata setelah sampai di luar para fans & member lain sudah berkumpul karna mencemaskan keadaan nabilah, ayana, dan melody. Lalu ayana, dan nabilah pun berlari dan memeluk semua member.
Condro     : melody kamu tidak ikut mereka berkumpul
Melody : iya sebentar, soalnya aku mau mengucapkan terima kasih dulu kepada mu, karna sudah menyelamatkan nyawaku tadi
Condro     : ahh. Tidak usah itu kan sudah tugasku.
Tapi dengan tiba-tiba melody mendekat ke arah Condro dan langsung menciumnya kemudian melody langsung berlari ke arah member lain sambil tersenyum.
Condro     : ……, ternyata aku tidak sepenuhnya sial hari ini. ( sambil berjalan pergi dan memegang bibirnya )
Bram : Ciee Yang habis dicium melody
Condro : lah emang ya kenapa?
Bram : Tidak apa – apa
           Ngomong – Ngomong bolehkah kita berteman
Condro : Dengan senang hati